Sejarah dan Perkembangan Kesenian Sisingaan di Kabupaten Subang

WisataSubang.com - Kesenian Sisingaan merupakan jenis kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Subang.  Ciri khas utama dari kesenian tradisional Subang ini adalah adanya tanda sebagai sarana kreasi seni dan diatas tandu tersebut terdapat patung sisingaan. 

Sisingaan mulai muncul pada saat kaum penjajah menguasai Subang. Pada masa pemerintahan Belanda berkuasa di Subang pada tahun 1812, saat itu Kabupaten Subang dikenal dengan daerah Doble Bestuur dan dijadikan kawasan perkebunan dengan nama P & T Lands (Pamanoekan en Tjiasemlanden). Pada saat Subang masih dikuasi oleh Belanda, masyarakat Subang mulai memperkenalkan lambing negara mereka yaitu crown atau mahkota kerajaan. Pada saat yang bersamaan, Subang dikasai pula oleh Inggris dan memperkenalkan lambing negaranya yaitu Singa. Sehingga secara adminstratif Subang terbagi ke dalam dua bagian, aitu secara politik dikuasai oleh Belanda dan secara ekonomi dikuasai oleh Inggris. 

Sumber :kotasubang.com

Dengan adanya tekanan dari penjajah terhadap masyarakat Subang yaitu tekanan secara politik, ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Subang melakukan perlawanan terhadap penjajah. Perlawanan tersebut tidak hanya dalam bentu fisik, melainkan juga dalam bentuk kesenian yang didalamnya mengandung silit (pembicaraan yang tidak langsung pada maksud tujuan), sindir (ironi atau sesuatu yang bertentangan dengan kenyataan), siloka (khiasan atau melambangkan), sasmita (contoh ceritera yang mengandung arti atau makna). Artinya bahwa tindakan masyarakat Subang diekspresikan secara terselubung melalui sindiran, perumpamaan yang mengena terhadap keadaan pada saat itu. Salah satu jiwa masyarakat Subang mereka mewujudkannya dengan cara membuat salah satu kesenian yang dikenal dengan nama kesenian Sisingaan. 

Kesenian Sisingaan merupakan ungkapan rasa ketidakpuasan atau upaya pemberontakan dari masyarakat Subang kepada kaum penjajah. Dengan demikian sepasang Sisingaan melambangkan kaum penjajah yaitu Belanda dan Inggris yang menindas masyarakat Subang, atau lambang kebodohan dan kemiskinan. Dengan diciptakannya sisingaan tersebut para seniman berharap agar suatu saat generasi muda harus bangkit dan harus mampu mengusir penjajah dari tanah air mereka dan dapat hidup jauh lebih baik. 

Sisingaan secara garis besar terdiri dari empat orang pengusung Sisingaan, sepasang patung Sisingaan, penunggang Sisingaan, waditra nayaga, dan sinden atau juru kawih. Jadi secara filosofis empat orang pengusung Sisingaan melambangkan masyarakat pribumi yang ditindas penjajah, sepasang patung Sisingaan melambangkan dua penjajah (Belanda dan Inggris), sedangkan penunggang Sisingaan melambangkan generasi muda yang suatu saat harus mampu mengusir penjajah, dan nayaga melambangkan masyarakat yang bergembira atau masyarakat yang berjuang dan memberi motivasi terhadap generasi muda untuk mendapatkan dan mengusir penjajah dari tanah air mereka. 

Sisingaan yang diciptakan oleh seniman pada saat itu sangat tepat dengan menggunakan Sisingaan sebagai alat perjuangan untuk melepaskan diri dari tekanan kaum penjajah. Sementara itu kaum penjajah tidak terusik akan tetap merasa bangga melihat pagelaran Sisingaan, karena lambang mereka (singa) dijadikan suatu bentuk kesenian rakyat. Penjajah hanya memahami bahwa Sisingaan merupakan karya seni yang diciptakan sederhana dan spontanitas oleh penduduk pribumi untuk menghibur anak sunat. Akan tetapi maksud masyarakat Subang tidak demikian, dengan menggunakan lambang kebesaran mereka dalam bentuk kesenian Sisingaan dengan cara menunggangi dan menjambak rambut Sisingaan merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan semua kebencian mereka terhadap kaum penjajah. 

Pada awal terbentuknya Sisingaan tidak seperti Sisingaan yang ada sekarang. Cikal bakal Sisingaan sekarang yaitu singa abrug. Disebut singa abrug karena patung Singa ini dimainkan dengan cara diusung dan pengusungnya aktif menari sedangkan singa abrug tersebu digerakan kesana kemari seperti mau diadu. Singa Abrug pertama kali berkembang di daerah Tambakan Kecamatan Jalan Cagak. 

Pada jaman dulu Sisingaan atau Singa Abrug dibuat dengan sangat sederhana, muka atau kepala Sisingaan dibuat dari kayu ringan seperti kayu daun randu dan albasiah, rambut Sisingaan dibuat dari bunga atau daun kaso dan daun pinus. Sedangkan badan Sisingaan terbuat dari carangka (keranjang atau anyaman bamboo) yang besar dan ditutupi dengan karung kadut (karung goni)  atau ada pula yang dibuat dari karung goni yang masih utuh atau kayu gelondongan. Untuk usungan Sisingaan dibuat dari bambu yang dipikul oleh empat orang. Pembuatan Singaan tidak dibuat sendiri melainkan dilakukan dengan bersama-sama. 

Waditra pada masa itu sangat sederhana hanya mamakai beberapa alat music saja, kemudian lama kelamaan mengalami perkembangan. Waditra yang dipakai pada masa itu terdiri dari beberapa buah angklung pentatonis yang berlaras salendro. Alat musik tersebut antara lain :

-    2 buah angklung galimer
-    2 buah angklung indung
-    2 buah angklung pancer
-    2 buah angklung rael
-    2 buah angklung ambrug
-    1 buah angklung engklok
-    1 buah terompet
-    2 buah dogdog lonjor
-    1 buah bedug
-    3 buah terbang.

Sementara lagu yang dinyanyikan pada masa itu antara lain lagu badud, samping, butut, manuk hideung, sireum bereum, dan masih banyak lagi lainnya. Sedangkan lagu pembuka biasanya menggunakan lagu tunggul kawung. Dan apabila yang hajatan tokoh agama, maka lagu hang disajikan biasanya lagu yang bernuansa Islami atau shalawat nabi.

Referensi :
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupate Subang, 2008. Ragam Budaya Kabupaten Subang (Pendokumentasian Seni dan Budaya)


Arya Wangsa Goparana, Penyebar Agama Islam di Subang

WisataSubang.com - Sejarah Singkat Arya Wangsa Goparana - Arya Wangsa Goparana merupakan tokoh penyebar Islam di Sagalaherang, Subang. Tokoh ini merupakan putera dari Sunan Wanaperi, raja kerajaan Talaga (Majalengka). Di Talaga, Arya Wangsa Goparana merupakan orang pertama yang memeluk agama Islam dan mendapatkan pelajaran dari Sunan Gunungjati. 

Pada tahun 1530 beliau mengadakan perjalanan ke arah barat. Tujuan perjalannya yaitu menyebarkan agama Islam. Adapun wilayah penyebaran agama Islam tersebut meliputi wilayah Subang, Pagaden, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi, dan Limbangan. Kemudian setelah berkelana dalam rangka menyebarkan agama Islam, beliau memutuskan untuk menetap di wilayah Sagalaherang, Subang. 

Arya Wangsa Goparana memiliki lima orang putera yaitu Yudamanggala, Cakradiparana, Yudanegara, Wiratanudatar, Djajasana. Keturunannya tersebut banyak yang menjadi tokoh penting seperti menjadi ulama besar dan bupati. Salah satu dari putra Wangsa Goparana yang menjadi tokoh penting adalah Djajasasana atau Raden Wiratanu yang menjadi bupati pertama di Kabupaten Cianjur.

Sebagai tokoh besar penyebar Agama Islam, Arya Wangsa Goparana sangat terkenal. Terutama masyarakat Kabupaten Subang yang berada di sekitar Sagalaherang. Bahkan pemerintah Kabupaten Subang pun menjadikan Arya Wangsa Goparana sebagai nama jalan di pusat Kota Subang, tempat dimana Masjid Agung Subang berada. 

Makam Arya Wangsa Goparana - Doc kotasubang.com

Alamat / Lokasi Makam Aria Wangsa Goparana

Lokasi makam Aria Wangsa Goparana berada di Blok Karang, Nangka Beurit, Desa Sagalaheran Kaler, Kecamatan Sagalaherang. Karena makam ini berada di Blok Karang Nangka Beurit, maka situs ini lebih dikenal dengan sebutan keramat Nangka Beurit. Komplek maka berada di ujung kampung dekat area pesawahan. 

Alamat Lengkap 

 Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. 

Aksebilitas 

Untuk menuju lokasi makam Arya Goparana diawali dengan gerbang masuk berbentuk gapura. Kemudian melewati jalan setapat. Kondisi jalan sudah diplester. Kemungkinan jika sedang musim hujan sedikit licin namun tetap masih aman dan nyaman untuk dilalui.

Referensi :

12 Wisata Curug Subang Terpopuler

WisataSubang.com - Bukan hanya wisata kuliner. Di Kabupaten Subang juga terdapat beragam wisata alam yang cukup populer. Terutama wisata Curug  di Subang, sampai saat ini masih menjadi tempat yang seru untuk diburu oleh mereka para penggila potret keindahan. Ada banyak Daftar Curug di Subang yang  tetap hits seperti curug ciangin, kaliangkak /kolengkak, capolaga, bentang, cileat, cijalu, mandala, karembong, taman tirta alam sagalaherang dan wisata subang lainnya. Popularitas Wisata Curug Subang tersebut hingga kini tetap melambung, melejit dan terus ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah.

Curug Cina, Wisata Air Terjun Bertingkat di Kabupaten Subang

WisataSubang.com - Curug Cina merupakan Salah satu Curug di Subang yang memiliki keindahan luar biasa. Curug ini berada di Kecamatan Segalaherang. Sebetulnya Curug yang ada di Kecamatan Segalaherang bukan hanya Curug Cina, malainkan juga ada curug lainnya seperti Curug Karembong, Capolaga, Goa Badak, Curug SadimCurug Mandala dan masin banyak lagi curug subang lainnya. 

Curug Cina.

Curug Cina
Doc @nandarissarizki - wisatasubang.com

Curug Cina merupakan kawasan wisata air terjun di Subang yang dikelilingi oleh lahan perkebunan dan pesawahan. Udara di kawasan curug ini cukup sejuk. Air yang mengalir dari atas tebing curug pun sangat jernih, bersih dan terlihat begitu alami. Suasana alamnya begitu menenangkan. Seperti itulah curug Cina dengan segala keindahan alam yang ada. Rimbunya vegetasi alam, suburnya tanah yang ada hingga kini tumbuh pohon tua dan ilalang liar yang membuat kawasan curug cina terlihat begitu alami. 

Asal muasal penamaan curug cina  sebenarnya bukan diambil berdasarkan kepercayaan, geomorfologi atau adat istiadat dari daerah setempat. Melainkan penamaan curug cina ini diambil berdasarkan cerita yang beredar dimasyarakat. Dimana pada zaman dahulu kala ada seorang keturunan tionghoa yang sering melakukan perburuan di kawasan wisata ini. Pemburu tersebut sangat sering datang ke lokasi curug, hampir setiap hari pemburu itu datang untuk memburu babi, burung dan hewan liar lainnya. Dan warga selalu melihatnya melintasi perkampungan. Sesekali pemburu itu juga bercengkrama dengan warga setempat. Namun pada suatu waktu, pemburu keturunan tionghoa itu meninggal dunia di sekitar lokasi Curug. Sejak saat itulah wisata indah ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Curug Cina. 

Curug Cina menyuguhkan panorama alam yang cukup indah. Uniknya curug ini seperti membentuk sebuah tangga. Dimana air mengalir dari atas tebing berundak-undak seperti tangga. Hal itu disebabkan oleh potongan bebatuan besar.yang memotong laju air yang terjun ke bawah. Dibawahnya juga terdapat kolam air yang menampung jatuhan air terjun tersebut. 


Curug Cina
Doc @disasri - wisatasubang.com

Tiket Masuk Curug Cina


Untuk menikmati semua keindahan di Curug Cina. Kamu diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Ro. 5.000 rupiah. 
*Jika harga tidak sesuai silahkan konfirmasi wisatasubang.com

Lokasi Curug Cina


Secara administrative Curug Cina terletak di Desa Curugagung, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia. 

Kordinat peta 06°37′41.8″ LS 107°41′24.1″ BT

Akses Menuju Curug Cina


Akses menuju Desa Curugagung tidak terlalu sulit. Sebab jalan menuju desa tersebut relatif bagus. Medan jalan pun cukup muda dan jaur yang dilalui juga cukup aman karena melewati pemukiman penduduk. Untuk sampai ke Desa Curugagung bisa melalui dua jalur. Jalur utama bisa melalui Kampung Batukapur dan jalur kedua bisa melalui Desa Bunihayu.

Rute Menuju Curug Cina


Bagi wisatawan yang berasal dari Bandung, arahkan kendaraan kea rah jalancagak melewati Lembang – Tangkuban perahu – Ciater – pertigaan Purwakarta dan Jalancagak – ambil arah menuju Purwakarta. Lokasi pertigaan ini berada sebelum pasar dan pertigaan Jalan cagak dengan adanya Tugu Nanas. Jika Kamu hendak melalui Desa Curugagung maka rute yang harus dilalui adalah melalui Desa Bunihayu, setelah belok ke arah Purwakarta, pokoknya patokannya SMAN 1 Jalancagak. Disitu Kamu akan melihat dajaln kecil dan pangkalan ojek. Ikuti terus jalan utama sampai menuju Desa Curugagung. 

Bila jalur yang dipilih melalui Kampung Batukapur, maka setelah belok menuju arah Purwakarta, terus ikuti jalan raya sampai mendekati pusat Kecamatan Sagalaherang. Tepat diujung jalan yang menikung ke kiri, disi kanan jalan akan terlihat papan petunjuk arah menu Objek wisata Batu Kapur. Ambil jalan menuju objek wisata Batu Kapur. Ikuti terus jalur utama hingga menemui area pesawahan. Kondisi jalan tidak terlalu bagus. Semakin menuju ke arah hutan/kebun, medan jalan akan cukup sulit. Turunan akan berakhir ketika sudah tiba di jembatan besar. Setelah jembatan ini, Kamu akan memasuki Kampung Batu Kapur, Desa Curugagung. Kamu akan melalui jalan menanjak dan melewati pertigaan objek wisata Batu Kapur. Ikuti terus jalan utama desa, jangan belok kea rah objek wisata. Disini kondisi sajaln utama desa Curugagung sudah sangat baik. Disekitarmu juga terlihat hamparan sawan dan perbukitan di sisi kanan jalan sepanjang perjalananmu menuju Desa Curug Agung. 

Selamat berpetualang ke Wisata Curug Cina Subang. Tetap jaga keselamatan,kebersihan, kenyamanan dan mari kita rayakan keindahan semesta dengan cara bijak. Lestari Subangku dan terus maju.


Curug Cina
Doc @amazingwestjava - wisatasubang.com
Curug Cina
Doc @otongyuri - wisatasubang.com

Curug Cina
Doc @ajatjariat - wisatasubang.com
Curug Cina
Doc @rayhansutanr - wisatasubang.com

Curug Cina
Doc @opaymunawi - wisatasubang.com





Curug Cijalu, Wisata Curug Terpopuler di Kabupaten Subang

WisataSubang.com - Curug Cijalu merupakan salah satu tempat wisata yang paling populer di Subang. Tempat Wisata ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Terutama saat hari libur, Kawasan Wisata Curug Cijalu akan dipadati oleh pengunjung yang ingin menikmati keindahan alamnya. 

Nama Curug Cijalu telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Namun sebenernya nama Curug yang selalu ramai dikunjungi ini adalah Curug Cikondang. Curug Cijalu sendiri berada di balik bukit sebelah timur Curug Cikondang. Justru Curug Cijalu yang asli jarang dikunjungi oleh pengunjung, pasalnya lokasi wisata ini cukup tersembunyi dan medan yang harus ditempuh untuk mencapai Curug Cijalu lumayan berat. 

Perbedaan Curug Cijalu dan Curug Cikondang yaitu diatas Curug Cikondang terdapat aliran sungai, sedangkan untuk Curug Cijalu diatasnya langsung mata air. Dan Mata air yang berada di atas Curug Cijalu merupakan hulu sungai Cilamaya. Disekitarnya juga terdapat sebuah Curug yang bernama Curug Cilamaya. Kemudian aliran dari Curug Cijalu, Cikondang dan Cilamaya ini menyatu dan membentuk sungai Cilamaya. Sungai inilah yang memisahkan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta. 


Curug Cijalu
Doc @51wan_gun - wisatasubang.com

Curug Cijalu


Berdasarkan cerita yang beredar di Masyarakat. Penamaan Curug Cijalu bermula saat pada zaman dahulu kala ada seorang pendekaran (jawara) datang ke kawasan Curug dan menetap disana. Anehnya pendekar itu memiliki taji (jalu), dari situlah masyarakat sekitar menyebut Curug Itu dengan nama Cijalu.

Curug Cijalu memiliki ketinggian lebih dari 70 meter. Tumpahan air dari curug cijalu ini mengalir deras hingga membelah bukit di puncak Gunung Sunda, ketinggian gunung tersebut sekitar 1300 meter di atas permukaan laut.  

Kawasan Curug Cijalu telah dibuka sejak 1 September 1984. Menurut cerita warga sekitar, dahulu banyak orang keturunan Tionghoa yang berkunjung ke Curug untuk melakukan ritual/ doa. Mereka meyakini bahwa di Curug cijalu ini adalah tempat mandinya para bidadari. 

Curug Cijalu merupakan wisata subang yang berada dalam kawasan Cagar Alam Gunung Burangrang aau Cagar Alam Gunung Sunda yang memiliki luas 2 Ha dan termasuk di hutan produksi blok Cijengkol KPH Bandung Utara BPKH Wanayasa, RPH Tangkuban Perahu. Konfigurasi lapangan umumnya bergelombang dengan curah hujan sekitar 2.700 / th dan suhu udara berkisar 18 – 26 Celcius. Selain Curug Cijalu dikawasan ini juga terdapat Curug lain yng lebih tinggi. Nama Curug tersebut adalah Curug Cilemper. Jarak Curug Cijalu ke Curug Cilemper sekitar 1500 meter. 

Harga Tiket Curug Cijalu


Untuk menikmati semua keindahan yang Curug Cijalu. Pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000.

Fasilitas Curug Cijalu


Dikawasan Wisata Curug Cijalu terdapat fasilitas warung makan dan minum, loket karcis, pos penjaga, tempat parkir, tempat sampah, tempat duduk, mushola, instalas air, shelter. Serta  terdapat pula lapangan yang biasa digunakan untuk kegiatan camping para pengunjung. 

Lokasi Curug Cijalu


Secara administratif Curug Cijalu berada di Desa Cipancar, Kecamatan Sagala Herang, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. 

Peta dan Koordinat GPS: -6° 42' 43.00", +107° 35' 49.00"


Akses Menuju Curug Cijalu


Jarak Objek wisata Curug Cijalu dari kota Subang sekitar 37 KM (1 jam perjalanan) atau sekitar 50 KM dari Kota Bandung (1,5 jam perjalanan). Sedangkan dari purwakarta sekitar 25 km kea rah wanayasa. Kondisi jalan menuju wisata relatif bagus, hanya saja ada beberapa ruas jalan yang sedikit rusak namun tetap bisa dilalui oleh kendaraan, baik itu kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua. 


Curug Cijalu
Doc @51wan_gun - wisatasubang.com

Rute Ke Curug Cijalu


Bagi Kamu yang ingin menggunakan kendraaan umum dari Purwakarta naik Angkot 01 jurusan Pasar Rebo. Kemudian dari Pasar Rebo perjalanan dilanjutkan dengan menaiki elf jurusan Wanayasa. Turu di Pasar Wanayasa. Selanjutnya dari pasar tersebut perjalanan diteruskan dengan naik ojek atau Colt carteran sampa ke pintu gerbang 1 Taman Wisata Alam Curug Cijalu. Ongkos ojek berkisar Rp. 15.000 sampai 25.000 per orang. 

Jika dari arah Wanayasa (jalan yang menghubungkan purwakarta dan subang), sekitar 5 KM setelah pasar Wanayasa, tepatnya dipangkalan ojek Kampung Lebgok Barong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes ambil arah akan memasuki Jl.Desa kea rah Desa Cipancar. Ikuti terus, jarak Curug Cijalu dari pangkalan ojek tersebut kurang lebih sekitar 4 Km. Arah / Petunjuk yang mengarah ke Curug Cijalu sudah jelas dan kondisi jalan masuknya pun beraspal. 

Itu saja yaaa, informasi yang bisa wisatasubang.com bagikan seputar Curug Cijalu. Tetap jaga keselamatan, kebersihan, kenyamanan dan mari kita rayakan keindahan semesta dengan cara bijak. Lestari subangku dan terus maju. 

Curug Karembong, Pesona Wisata Subang Kawasan Capolaga

WisataSubang.com - Wisata Kabupaten Subang yang sampai saat ini masih terus populer adalah curug kaliangkak, bentang, mandala, capolaga, cileat dan cijalu. Namun ada satu wisata di daerah Cicadas, Sagalaherang,  Subang yang juga tidak kalah hits dan populer dengan tempat Wisata Subang yang telah disinggung tadi, wisata yang dimaksud adalah Curug Karembong. 

Sebenarnya popularitas Curug Karembong telah lama melejit. Namun popularitasnya kian melejit ketika para pengguna medsos mengunggah foto berlatar wisata ini. Terutama di media sosial Instagram. Rupanya keindahan alam wisata subang ini mampu mencuri perhatian, hal tersebut terlihat dari banyaknya foto curug karembong yang diunggah oleh para pengguna instagram.

Banyaknya wisata subang yang kian populer, kemungkinan akan menambahkan poin baru terhadap indeks daya saing wisata di Kabupaten Subang. Dan itu merupakan kabar gembira, dimana sektor wisata Kabupaten Subang mulai bergeliat dan menarik wisatawan domestik maupun wisatawan luar daerah. Dalam hal ini adalah Curug Karembong berserta seluruh kawasan capolaga, sampai saat ini pemerintah Kabupaten Subang terus berupaya memaksimalkan semua potensi yang ada. Dimulai dari perbaikan serta penambahan sarana dan prasarana yang bertujuan untuk memanjakan para wisatawan terus dilakukan. 


Curug Karembong Subang
Doc @51wan_gun - wisatasubang.com

Curug Karembong – Wisata Subang


Pengertian Karembong menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya selendang atau kain untuk menggendong anak. Penamaan curug karembong ini mungkin diambil dari miripnya kontur tanah dan bebatuan di lokasi curug yang menyerupai karembong atau selendang yang sedang dikebutkan. 

Air yang mengalir dari atas curug ini tidak terlalu deras. Sebab kemiringan lereng yang di aliri air tersebut kurang lebih sekitar 60 derajat. Sehingga tidak terlalu berbahaya jika berada di bawah kucuran air terjun, namun pengunjung tetap harus berhati-hati, jangan lengah dan tetap jaga keindahan alam curug karembong. 

Biasanya pengunjung memanfaatkan air terjun ini sebagai water teraphy dengan cara berdiam di bawah air terjun, sensasi yang dirasakan sama seperti dipijat, dimana curahan air tersebut sangat terasa di tubuh bagaikan pijatan alami. Meski belum dibuktikan secara medis, namun beberapa pengunjung mengungkapkan bahwa water teraphy ini bisa meringankan pegal linu dan rematik. Bagi Kamu yang penasaran ingin mencoba, silahkan datang langsung ke Curug Karembong. 


Curug Karembong Subang
Doc @andika_faturrahman - wisatasubang.com

Fasilitas Curug Karembong


Sebenarnya curug karembong ini masuk dalam kawasan wisata Capolaga, dimana kawasan wisata capolaga sendri mempunyai fasilitas yang sangat lengkap. Dikawasan wisata ini telah tersedia blok-bok perkemahan, satu blok perkemahan dapat menamung sekitar 50 orang dengan tarif tiap orang 7.500,00/ malam. Sedangkan untuk pengunjung yang tidak menginap di tenda, bisa menyewa pesanggrahan atau vila yang telah disediakan oleh pengelola wisata. Tarifnya berkisar Rp. 3500.00,00 sampai Rp. 1.250.000,00. 


Lokasi Curug Karembong


Secara administratif, curug karembong berada di wilayah Kampung Panaruban, Cicadas, Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Indonesia. Lokasi tepatnya berada di kawasan wisata Capolaga. 


Akses Ke Curug


Akses menuju Curug Karembong tidak terlalu sulit. Dari Bandung, Jakarta atau Subang Kota kondisi jalan relatif bagus dan aman. Pokoknya biar tidak bingung, jadikan ciater sebagai lokasi patokan perjalananmu untuk mencapai lokasi wisata ini. 

Rute Menuju Curug Karembong


Dari Ibu Kota Jakarta wisata Curug karembong bisa via Tol Sadang – Subang – Jalan Cagak – Ciater sekitar 150 km atau bisa melalui tol sadang – Purwakarta – Wanayasa – Jalan Cagak – Ciater. Kurang lebih akan memakan waktu sekitar 3.5 jam perjalanan.

Dari Bandung  wisata Curug karembong bisa melalui Lembang – Ciater. Jaraknya kurang lebih sekitar 45 km. Jika di tempuh menggunakan waktu sekitar 45. 

Dari arah Kota Subang langsung saja menuju jalan cagak – Ciater. 
Untuk sampai lokasi wisata curug karembong dapat ditempuh sekitar 10 menit dari gerbang wisata Sari Ater. Lokasi Curug ini tepat berada di Kawasan Capolaga. 

Selamat berpetualang ke Wisata Curug Karembong Subang. Tetap jaga keselamatan,kebersihan, kenyamanan dan mari kita rayakan keindahan semesta dengan cara bijak. Lestari Subangku dan terus maju.




Curug Karembong Subang
Doc @sartikapertiwi97 - wisatasubang.com

Curug Karembong Subang
Doc @lutfiatul_fitria - wisatasubang.com

Curug Karembong Subang
Doc @izzatul_yazid - wisatasubang.com

Curug Karembong Subang
Doc @beruangqutub - wisatasubang.com

Curug Ciangin, Wisata Curug Subang yang Harus Kamu Coba.

WisataSubang.com - Diantara padatnya hilir mudik kendaraan, ramainya aktifitas di pusat kota subang. Ada satu kawasan di Subang yang jauh dari hingar bingar kebisingan. Kawasan yang dimaksud adalah Subang bagian selatan. Kabupten Subang, terutama wilayah selatan disebut-sebut sebagai wajah tatar pasundan, yang mempunyai segudang keindahan wisata alam. Udaranya pun begitu sejuk, sebab daerah ini memiliki ketinggian antara 500- 1500 m dpl. Wilayah subang selatan sendiri meliputi daerah Jalan cagak, Ciater, Serangpanjang, sagalaherang, kasomalang, tanjung siang dan lain-lain. Di tiap-tiap wilayah mempunyai tempat wisata alam yang selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai pelosok negri. 

Terutama di Kecamatan Ciater. Sari ater atau Ciater merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal. Apalagi ketika musim liburan hari raya lebaran, sudah pasti wisata ini dipadati oleh para wisatawan. Namun bagi kalian yang ingin mencoba wisata lain yang berada di Kecamatan Sari Ater. Cobalah untuk berkunjung ke Curug Ciangin. 

Curug Ciangin merupakan wisata air terjun subang yang berada di daerah pesawahan dan perkebunan bambu. Wisata ini masih terlihat asri dan murni. Bagi kamu yang sedang mencari tempat liburan sejuk, Curug ciangin adalah solusinya. 


Curug Ciangin subang
Doc @curug_ciangin - wisatasubang.com

Curug Ciangin - Wisata Subang 


Dikenal dengan nama Curug Ciangin dikarenakan kawasan wisata curug ini sering berhembus angin yang kencang, sehingga air yang jatuh dari atas tebing secara langsung akan dihempaskan oleh angin, dan membuat udara disekitar menjadi sejuk karena bercampur dengan butiran air yang dihembuskan tadi.  Namun jika ditinjau berdasarkan asal usul katanya, Curug berasal dari kata bahasa sunda yang artinya air terjun. Sedangkan secara etimologi ciangin terdiri dari dua suku kata, yaitu “Ci” atau “Air” dan “Angin”.  

Selain karena hembusan angin kesejukan ini juga disebabkan oleh kawasan wisata yang masih dikelilingi oleh vegetasi yang cukup rimbun. Pohon tua, pesawahan dan ratusan pohon bamboo mengelilingi kawasan wisata ini. 

Keunikan wisata subang yang satu ini yakni adanya dua air terjun dengan tingkatan lantai yang berbeda. Dimana lantai paling atas terdapat air terjun setinggi 4 meter. Sementara di bawah air terjun tersebut terdapat kolam yang menampung air yang jatuh dari atas tebing. Kurang lebih kedalaman kolam kecil itu sekitar 3 meter. Bagi yang tidak bisa berenang harap berhati-hati.

Lalu di lantai bawah air terjun yang pertama, terdapat air terjun laggi dengan ukuran yang lebih tinggi, begitu juga dengan kolam kecil dibawahny adengan ukuran yang lebih luas. Pemandangan akan tampak sangat indah dari lantai bawah ini. Tapi Kamu yang tidak bisa berenang harus hati-hati ketika berada dekat dengan danau. Sebab danau yang ada di bawah ini sangat dalam, yaitu memiliki kedalaman sekitar 5 meter. 


Curug Ciangin subang
Doc @curug_ciangin - wisatasubang.com

Fasilitas Curug Ciangin


Fasilitas di Curug Ciangin masih cukup minim. Belum tersedia toilet dan mushola, hanya ada saung serderhana yang bisa digunakan untuk tempat berteduh para wisatawan. Kemudian dikawasan wisata juga terdapat warung kecil yang menjual beberapa cemilan. 


Harga tiket Masuk Curug Ciangin


Untuk bisa berpetualangan, liburan dan menikmati keindahan wisata Curug Ciangin, Kamu hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000 rupiah/ orang dan biaya parkir Rp. 2000 rupiah.
*Silahkan konfirmasi wisatasubang.com malalui email apabila harga diatas tidak sesuai. 

Lokasi Curug Ciangin


Secara administratif Wisata Curug Ciangin terletak di Kampung Neglasari, Desa Cibeusi, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. 

Akses Ke Curug


Jalan menuju Curug Ciangin saat ini belum terlalu baik. Hanya ada jalan setapak yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Jalan menuju Curug Ciangin pun belum beraspal, masih tanah dan berbatu. Namun untuk mencapai curug ini tidak terlalu sulit sebab wisata curug ciangin sangat dengan dengna objek wisata pemandian air panas ciater. 

Rute Menuju Curug Ciangin


Bagi kamu yang memulai perjalanan dari Kota Bandung, Kamu tak perlu khawatir sebab jalan menuju Kabupaten di Subang sudah sangat baik. Biar tidak bingung patokannya adalah wisata pemandian air panas Ciater. Lebih mudah lagi kalau kamu mengetahui kawasan wisata Curug Cibareubeuy, sebab wisata Curug Ciangin lokasinya bersebelahan dengan Curug Cibareubeuy. 

Berikut ini adalah rute yang bisa kamu ambil dari Kota Bandung pertama Kamu bisa melalui jalur Lembang – Jalan Raya Tangkuban Perahu – Ciater – Cibeusi. 

Pokoknya patokannya Wisata pemendian air panas sari ater atau Curug Cibareubeuy. Setelah sampai tepat di depan intu masuk pemandian air panas Ciater, ambil arah ke kanan hingga sampai ke Desa Cibeusi. 

Selamat berpetualang ke Wisata Curug Ciangin Subang. Tetap jaga keselamatan,kebersihan, kenyamanan dan mari kita rayakan keindahan semesta dengan cara bijak. Lestari Subangku dan terus maju.

Foto Curug Ciangin Subang


Curug Ciangin subang
Doc @curug_ciangin - wisatasubang.com
Curug Ciangin subang
Doc @curug_ciangin - wisatasubang.com

Curug Ciangin subang
Doc @curug_ciangin - wisatasubang.com